[Review Game] Lokapala – Yang Masih Jauh Untuk Bersanding Dengan Game MOBA Lainnya

Kita patut berbangga mengingat terdapat anak bangsa yang mencoba membuat game untuk menyaingi game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) internasional populer. Sebagai game yang digarap oleh developer lokal, Lokapala tampak mengedepankan unsur-unsur Nusantara. Salah satu yang paling terlihat unsur Indonesia-nya adalah dengan adanya beberapa karakter legenda sebagai Hero yang bisa dimainkan. Lokapala pun hadir dengan enam role Hero atau Ksatriya yang bisa kalian gunakan, seperti Marksman, Mage, Assassin, Fighter, Support, dan Tank. Saat peluncuran perdananya, game ini pun telah memperkenalkan 15 Ksatriya yang bisa dimainkan.

Sang Ksatriya pun mendapat perubahan yang cukup signifikan untuk membuatnya lebih menarik dan terasa nuansa Indonesia-nya. Misalnya, Vijaya atau Pangeran Wijaya dari kerajaan Majapahit. Sang pangeran pun memiliki role Assassin dan mempunyai tampilan layaknya seorang Ksatriya Game Lokapala merupakan MOBA pertama buatan Indonesia yang dibesut oleh Ananantarupa Studios selaku developer dan Dunia Games selaku publisher Terkait mengapa MOBA dipilih selaku genre game, COO Ananantarupa Studios menjelaskan bahwa genre MOBA masih populer sehingga mereka memutuskan untuk bersaing di dalamnya. Pernyataan petinggi Ananantarupa Studios tersebut ada benarnya mengingat MOBA sebelah, sebut saja Mobile Legends, masih cukup digandrungi gamer mobile di Indonesia atau internasional.

 

Jika MOBA populer sebelah menggunakan Land of Dawn sebagai arena bertarung, Lokapala memilih nama Swaka sebagai arena pertarungannya. Game ini menonjolkan unsur-unsur sejarah dan kebudayaan asal Indonesia. Bahkan beberapa karakter hero diadaptasi dari para “petinggi” kerajaan Majapahit. Terdapat hero bernama Nala (Fighter) yang berperan sebagai Laksamana Angkatan Laut dari Majapahit, yang membantu Jinno (Tanker) selaku mahapatih. Gameplay Lokapala seperti game MOBA lain sehingga kita tak perlu bingung saat pertama kali memainkannya. Kita juga akan menemukan semacam Gold, Battle Point dan Diamond untuk membeli hero atau atribut lain. Bedanya, Lokapala menyebut Diamond sebagai Citrine.

Pada tampilan awal, kita akan menjumpai 4 menu utama yaitu Preparation (penyesuaian item, mantra atau spell), Mission (penyelesaian Quest), Yantra (semacam Emblem), dan Ksatriya (daftar para hero). Tampilan awal pada halaman muka Lokalapa membuat kami terpesona. Terdapat efek 3D dari sebuah hero yang sedang memandang dan berayun. Bahkan ketika kami melihat daftar hero atau Ksatriya, masih ada efek 3D pada setiap hero yang kita mainkan Kita bisa memutar bagian tubuh hero sehingga tampilan depan dan belakang Ksatriya dapat terlihat jelas. Efek 3D seperti ini bahkan tidak ada di MOBA sebelah.

Seperti game mobile MOBA lainnya yang mempunyai map three line, Lokapala pun juga mengikuti hal tersebut. Memang, dibandingkan dengan game sejenis seperti Arena of Valor (AOV) dan Mobile Legends, map Lokapala memiliki bagian yang berbeda. Bedanya, pada game buatan anak bangsa ini kalian akan menemukan jalan pintas di sisi top dan bottom line.

Enggak hanya itu. Biasanya, akan ada monster besar di area tengah. Nah, jika di game Lokapala kalian akan tetap bertemu dengan dua monster buff seperti Turtle dan Lord yang ada pada Mobile Legends. Bedanya, keduanya akan berada di setiap sudut area tempur, tepatnya di side lane.

Setelah mencoba beberapa kalian bermain game ini, setelah mencoba untuk bermain game ini, KINCIR pun merasa keberadaan kedua monster tersebut terlupakan. Bahkan, kita akan lupa jika di sana juga terdapat monster buff dan jungle. Enggak seperti game pendahulunya, kemunculan keduanya pun berbarengan.

Perbedaan lain dengan game pendahulunya adalah sistem recall. Jika di AOV dan Mobile Legends merupakan skill yang permanen. Di game buatan developer lokal ini malah jadi salah satu spell skill. Enggak hanya itu, di Lokapala juga ada kemampuan untuk menaiki semacam batu untuk berpindah tempat yang bernama Vahana.

Sayangnya, Vahana malah enggak efektif digunakan dalam pertandingan. Mungkin, kita memang belum terbiasa menggunakannya. Pasti, kalian juga merasakan sering mengklik skill untuk melakukan recall. Untuk memanggil Vahana pun kalian juga memerlukan waktu untuk mengeluarkan sebuah batu.

Selain itu, inovasi yang kami rasa kurang tepat adalah perubahan tampilan bush. Di Lokapala, bush yang biasa menggunakan rerumputan diganti dengan tumbuhan berdaun lebar layaknya daun talas. Buat yang tidak terbiasa, perubahan ini akan terasa mengganggu. Apalagi tampilan visual semak daun talas tersebut terasa kurang pas dari segi pewarnaan.

nggak bisa dimungkiri, kehadiran Lokapala memang ditunggu-tunggu oleh pencinta game MOBA di Tanah Air. Pasalnya, game ini merupakan karya anak bangsa yang harus diberi apresiasi setinggi mungkin

Jika melihat secara keseluruhan, game ini memang enggak kalah keren dari game mobile MOBA sebelumnya. Dari sisi grafis dan animasi memang Lokapala enggak kalah dari Mobile Legends atau pun AOV.

Memang, game besutan Anantarupa masih butuh perbaikan untuk membuatnya semakin digemari masyarakat. Jika kalian sudah mencoba game ini, pasti pernah merasakan loading tiada akhir, hingga bug yang masih sering terjadi. Namun, setelah rilis selama tiga hari, sang developer pun bergerak cepat untuk mengatasi berbagai bug yang terjadi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.