[REVIEW] Gakkou Gurashi Zombie Berkedok Loli Yang Imut

Ngacung, siapa yang dengan sukses kena troll ini anime?? Ya, karena kalian-kalian yang datang untuk menikmati anime slice-of-life full moe akan dikejutkan dengan apa yang disuguhkan oleh ending episode 1-nya. Yeah, welcome to the zombie apocalypse. Semula menampilkan keseharian ceria para karakternya, Yuki Takeya, Kurumi Ebisuzawa, Yuuri Wakasa (Ri-san), dan Miki Naoki (Mii-kun) beserta guru mereka, Megumi Sakura (Megu-nee) dan Taroumaru si anjing, tone kisah berubah horor dan kelam saat penonton diberitahu pada akhir episode 1 bahwa ternyata dunia sudah dilanda wabah zombie, dan mereka berlima-lah yang selamat dan terperangkap di sekolah ini.

Naasnya lagi, trauma luar biasa yang menyerang Yuki membuatnya mengalami gangguan psikologis, hingga gadis ceria yang selalu memakai topi berbentuk kepala kucing ini berhalusinasi bahwa semuanya masih baik-baik saja dan bahkan masih mengikuti kelas seperti biasa, meskipun di mata teman-temannya ia hanya ngomong sendiri. Dilansir dari Crunchyroll, bahkan ada fan theory menarik dari pengguna Twitter @mikko367 yang menyebutkan bahwa warna seragam Yuki yang berbeda dengan yang lainnya mencerminkan gangguan kejiwaan yang dialaminya ini. Perhatikan bagaimana warna seragam mereka persis sama dengan saat palet warnanya dibalik, mencerminkan penggunaan simbolisme psikologis cerdas akan keadaan mental Yuki yang tak bisa menerima kenyataan.

Lantas, troll inilah yang membuat Gakkou Gurashi menarik banyak perhatian karena sensasi yang dibuatnya. Tapi, apakah adaptasi manga survival horror karya Norimitsu Kaihou ini cukup kuat dan menarik untuk disaksikan hingga akhir?

Kala Gakkou Gurashi tengah menuturkan kisahnya seputar pecahnya wabah zombie dan perjuangan keempat gadis ini untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan berjuang untuk bertahan hidup, anime ini sebenarnya cukup menarik dan intens untuk disimak, meski kisah tentang wabah akibat senjata biologis sebenarnya sudah bukan cerita baru.

setidaknya asupan-asupan filler tersebut membuat adegan-adegan intens seperti di bawah ini sedikit banyak terasa sedikit lebih ‘nendang’ karena kekontrasannya yang sangat bertolak belakang.

Bila disejajarkan dengan sesama teman-teman summer season-nya, kualitas visual, musik, dan sejumlah aspek Gakkou Gurashi lainnya bisa dibilang masih tergolong standar Tapi, ini tak lantas menjadikan Gakkou Gurashi sebagai anime yang tak layak tonton, hanya saja Mimin rasa anime yang judulnya diterjemahkan menjadi School-Live! ini masih tetap hanya akan didefinisikan dan diingat karena elemen troll-nya saja yang berhasil ‘mengerjai’ banyak orang, dan mungkin belum bisa lepas dari bayang-bayang kepopuleran manga-nya sendiri

Leave A Reply

Your email address will not be published.